Lee mengajak pengusaha berbasis agro untuk lebih kreatif dalam pemasaran

Lee mengajak pengusaha berbasis agro untuk lebih kreatif dalam pemasaran

Lee (tengah) mampir di salah satu booth di Agro-Food Entrepreneurs Carnival.

MIRI (14 Okt): Menteri Perhubungan Dato Sri Lee Kim Shin mengimbau para pengusaha agrowisata di sini untuk lebih kreatif dalam memasarkan produknya, termasuk dengan membuat kemasan produknya lebih menarik bagi konsumen.

Ketika memasuki pasar yang lebih besar, dia mengatakan mereka juga harus beralih ke teknologi untuk memungkinkan mereka mengemas produk mereka lebih cepat dan dalam volume yang lebih besar.

“Apalagi jika ingin mengekspor produk harus menggunakan teknologi. Gunakan mesin dan segala sesuatu yang ‘otomatis’, maka Anda dapat mengekspor produk Anda dalam jumlah besar,” katanya.

Lee memberikan nasihat ini dalam pidatonya saat meresmikan peluncuran Karnaval Pengusaha Agro-Food selama tiga hari di Bintang Megamall di sini hari ini.

Turut hadir wakil direktur Departemen Pertanian Sarawak, Radziah Jack, dan anggota dewan Jeffrey Phang.

Lee juga meminta Departemen Pertanian untuk mengidentifikasi lebih banyak cara untuk membantu pengusaha kecil produk pertanian memperluas bisnis dan pasar mereka melalui penggunaan teknologi pangan.

“Mungkin departemen juga bisa mengidentifikasi cara agar produk basah kita tetap segar lebih lama sehingga bisa diekspor keluar.

“Kami punya banyak produk segar yang bisa kami ekspor, seperti ‘midin’ (pakis). Kalau kita bisa menemukan teknologi yang bisa membuat mereka segar untuk ekspor, kita bisa menjualnya ke pasar luar,” katanya.

Lee juga mendesak anggota masyarakat di sini untuk mendukung produk lokal Sarawak karena banyak yang sama baiknya, atau bahkan lebih baik, daripada produk dari luar negara bagian dan negara.

Sementara itu, karnaval yang diselenggarakan Dinas Pertanian Sarawak dan Pertubuhan Peladang Kawasan Kuching (PPK Kuching) ini menampilkan 27 stand penjualan yang dioperasikan oleh 24 pengusaha agrofood lokal, dan tiga stand dari PPK Kuching.

Karnaval tiga hari akan berakhir pada hari Minggu.

“Karnaval seperti ini membawa banyak manfaat bagi pengusaha kecil karena kami memberikan wadah dan kesempatan kepada pengusaha untuk memperkenalkan produknya masing-masing ke pasar.

“Selain itu, dengan karnaval seperti ini, pengusaha bisa menemukan peluang bisnis yang cocok dengan pelaku industri lain,” ujarnya.

Diungkapkan Lee, melalui Dinas Pertanian Sarawak, para pengusaha yang terlibat dalam industri berbasis agro dibantu melalui Program Pengembangan Produk yang memberikan mereka mesin pengolah dan pengemasan, kualitas produk serta layanan konsultasi.

“Selain itu, pengusaha akan dibimbing melalui program human capital untuk meningkatkan skill dan knowledge dengan teknologi terkini di industri pertanian,” ujarnya.

Lee juga menginformasikan bahwa hingga kuartal ketiga tahun ini, Departemen Pertanian Sarawak telah mengikuti 26 kegiatan promosi seperti Malaysia Agriculture, Horticulture and Agrotourism Expo (Maha) Expo, Selangor International Expo, Pesta Benak dan lain-lain, dan departemen telah mengirimkan 54 pengusaha untuk mengikuti program tersebut.






Lee mengajak pengusaha berbasis agro untuk lebih kreatif dalam pemasaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top